Keperwiraan Nabi Muhammad pada perang Khandaq
Keberadaan kaum muslimin di kota Madinah semakin bertambah kuat dan kokoh.
hal ini yang menyebabkan kaum kafir Quraisy di Madinah semakin khawatir dan
merasa terancam. mereka takut jika sewaktu - waktu Nabi Muhammad memimpin kaum
muslimin menyerang mereka.
oleh karena itu, mereka selalu berusaha memecah belah persatuan kaum
muslimin di Madinah. mereka bersekutu dengan kaum Yahudi dan suku - suku Arab
lainya yang masih kafir. mereka menggangu dan memecah belah persatuan kaum Anshar
dan Muhajirin di Madinah. Kaum Quraisy mengancam akan menyerang kaum muslimin
di Madinah. mereka mengirim surat ancaman itu kepada kaum muhajirin yang isinya
:
Janganlah kalian merasa bahwa kalian telah lolos dari kami menuju Yatsrib.
Kami akan datang dan menghancurkan kalian"
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Rasullulah menyiapkan pasukan yang
terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar. Sementara itu, Allah menurunkan wahyu
yang mengizinkan kaum muslimin untuk berperang, yaitu surat Al Hajj ayat 22.
Namun perang yang diizinkn adalah perang untuk membela diri dan perang
melawan kaum kafir Quraisy yang waktu itu selalu mengganggu ketentraman kaum
muslimin serta mengancam nabi Muhammad dan kaum muslimin di Madinah. Sejak saat
itu banyak perang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad bersama para sahabatnya
dari kaum Muhajirin dan kaumAnshar. Namun terkadang, Nabi Muhammad hanya
mengirim pasukan untuk berperang dipimpin oleh salah seorang sahabatnya ketika
beliau berhalangan. perang yang langsung dipimpin oleh Rasullulah disebut
gazwah,
yang tidak dipimpin langsung oleh Rasullulah disebut
sarriyah.
Perang
Khandaq ( Ahzab)
Perang ini disebut perang Khandaq (parit) karena pada perang ini kaum
muslimin membuat parit uuntuk mempertahankan dan menghadang musuh.
Perang Khandaq disebut juga dengan perang
Ahzab yang artinya adalah golongan – golongan.
Hal tersebut karena pasukan kafir terdiri dari beberapa golongan yang
bergabung menjadi satu dengan pasukan kafir Quraisy.
Perang Khandaq itu terjadi pada bulan Syawwal
tahun 5 H.
Yang melatar belakangi perang Khandaq antara lain:
Bani Nadzir menghasut agar kafir Quraisy menaruh dendam kepada umat Islam. Mereka
ingin menghancurkan umat Islam. Abu Sofyan segera menyiagakan 10.000 orang yang
terdiri dari beberapa kabilah. Pasukan tersebut terdiri atas 1.500 pasukan unta
dan 300 pasukan berkuda, ditambah dengan golongan Yahudi 1.000 orang dengan
pasukan unta.
Melihat situasi seperti itu kemudian Rasulullah mengadakan musyawarah untuk
membahas strategi pertahanan terhadap kota Madinah. Seorang sahabat dari Persia
bernama Salman Al- Farisi mengusulkan agar kaum muslimin membuat arit (Khandaq)
sebagai benteng pertahanan di sebelah utara kota Madinah. Dan usul tersebut
diterima oleh Rasulullah.
Kaum
Muhjirin dan kaum Anshar yang berjumlah3.000 orang segera bergotong royong membuat
parit yang dipimpin langsung oleh Rasulullah.
Setiap 10 orang mendapat tugas untuk mengali parit sepanjang empat puluh
hasta. Rasulullah pun ikut terjun langsung menggali parit dan menggangkut batu
sehingga menambah semangat para sahabat. Sesuai waktu yang direncanakan
akhirnya terbentanglah parit di sebelah utara kota madinah karena hanya dari
arah utara yang mudah dimasuki musuh. Sementara dari arah lain sangat sulit
untuk masuk karena terdapat pegunungan, perumahan penduduk, dan perkebunan
kurma. Dengan demikian, kota Madinah telah dikelilingi benteng yang sulit
ditembus musuh.
Pasukan umat islam segera disiagakan. Rasullulah menempatkan pasukan Islam
dalam benteng pertahanan. Beliau menjadikan bukit Sila’ sebagai benteng
belakang dan parit sebagai benteng depan. Bendera pasukan Islam dibawa oleh
Zaid bin Harits dari golongan Muhajirin dan Sa’ad bin Ubadah dari golongan
Anshar.
Nah, ketika pasukan kaum kafir qurais memasuki kota Madinah untuk melakukan
penyerangan, mereka terkejut menyaksikan kota Madinah yang telah dikelilingi
parit. Beberapa orang dari mereka berusaha menerobos parit, tetapi gagal.
Ikrimah
bin Abu Jahal dihadang oleh Ali bin bi Thalib. Kemudian datang Amru bin Abdu
Wud yang mencoba menyebrang. Terjadi perkelahian hebat antara Ali dan Amru yang
diakhiri dengan tewasnya Amru.
Melihat hal itu Ikrimah dan pasukanya lari
ketakutan. Pasukan musyrikin setiap hari berusaha menyebrang parit, tetapi
selalu gagal.
Akhirnya mereka mengepung kota Madinah, mereka mendirikan kemah –
kemah disekitar parit.
Pengepungan tesebut berjalan selama satu bulan lamanya.
Sementara itu Nu’aim memulai taktiknya dengan menemui pemuka Bani
Quraidzah dan menasehati supaya tidak
bersekutu dengan kafir quraisy dengan alasan jika ternyata Islam yang menang,
mereka akan terusir seperti golongan yahudi lainya yang sudah terusir dari Madinah.
Nu’aim juga menyarankan agar menahan beberapa kafir
Quraisy sebagai jaminan.
Setelah menghadapi Bani Quraidzah, Nu’aim kemudian datang menghadap pimpinan
kafir Quraisy dan menyampaikan kepada mereka tentang rencana Bani Quraidzah. Sehingga
timbul perpecahan antara bani Quraidzah dengan kafir Quraisy karena mereka
saling tidak percaya. Akibatnya, perlawanan kepada pasukan Islam mulai melemah
dan pasukan kafir Quraisy mulai kacau.
Kemudian Allah, menurunkan mala petaka kepada kafir Quraisy. Tiba – tiba bertiup
angin kencang dan hujan deras serta udara yang sangat dingin. Akibatnya pertahanan
kaum musyrikin itu porak poranda dan mereka lari meninggalkan kota Madinah
tanpa membawa hasil.
Akhirnya pasukan Islam menang dalam perang tersebut tanpa harus berhadapan
langsung dengn musuh. Allah telah memenuhi janji-Nya untuk memenangkan pasuka-Nya,
dan mengalahkan pasukan Ahzab dengan kekuasaan-Nya.
Bacalah baik baik serta pahamilah cerita diatas. Teladanilah sifat keperwiraan Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari hari kalian.