Selasa, 14 Juli 2020

Materi Al Quran Hadits kelas 5 BAB I surat Al Kafirun

Walau anak anak tidak masuk sekolah bukan halangan untuk tetap rajin belajar. Belajar adalah kewajiban bagi anak anak di seluruh Nusantara.
disini kita akan membahas tentang surat Al kafirun, sebulum masuk kedalam materi jangan lupa persiapkan alat tulis guna mencatat hal - hal yang penting yang dapat bermanfaat untuk kalian.

Surat Ak Kafirun terdiri dari 6 ayat dan merupakan surah ke – 109 dalam Al Quran. Surah ini diturunkan sesudah surah Al Ma’un dan tergolong surah Makkiyah. Makkiyah adalah surah yang turun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Al Kafirun diambil dari kata “ Al – Kafirun” yang terdapat pada ayat pertama yang berarti orang kafir.
Perhatikan arti kata berikut ini dengan seksama. Setelah kalian memahami arti kata tersebut, kalian pasti dapat menerjemahkan surat Al Kafirun dengan baik.
Isi pokok kandungan surat Al Kafirun
Sebab turunya surat Al Kafirun adalah untuk menolak usulan kaum kafir Quraisy. Orang orang kafir Quraisy sangat cemas melihat perkembangan dakwah Nabi Muhammad, yang begitu pesat. Mengetahui hal tersebut mereka senantiasa berusaha menghalangi dakwah Nabi dengan berbagai cara dan bujukan. Bahkan menggunakan hinaan dan ancaman, tetapi Nabi Muhammad tidak pernah takut, bahkan pengikut Nabi Muhammad terus bertambah. Karena usaha kaum kafir sia-sia, akhirnya suatu ketika datanglah sekelompok orang kafir menawarkan ide kepada Nabi Muhammad. Mereka berkata “ Hai Muhammad ! sekiranya engkau tidak keberatan, mari kita bekerja sama. Suatu saat engkau dan pengikut – pengikut menyembah Tuhan kami, dan saat yang lain kami kami menyembah Tuhn engkau. Sekiranya ada satu kebaikan dalam agamamu, berarti kami turut menikmati, demikian juga sebaliknya sekiranya di dalam agama kami ada kebaikan, engkau dan pengikutmu juga dapat merasakan kebaikan itu”. 


Orang kafir Quraisy yang mengusulkan hal tersebut antara lain adalah Al – Walid bin Mughirah, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf.
Mereka adalah tokoh – tokoh kaum kafir Mekah yang  selalu menolak dan menentang ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.


Menjawab tawaran itu, Rasullulah menerima wahyu surat Al Kafirun dari Allah. 
Beliau membacakan seluruh ayat surah Al Kafirun seluruh ayat surah Al Kafirun tersebut dihadapan orang – orang kafir Quraisy yang sedang berada di Masjidil haram. 
Rasullulah dengan tegas menjawab ajakan kaum kafir, yaitu : lakum dinukum waliyadin, yang artinya “ untukmu agamamu untukku agamaku “.
Islam tidak melarang kamu bersahabat dengan teman – teman kamu yang bukan beragama Islam. Jika kamu punya teman yang berbeda agama, bersikaplah yang sopan, ramah dan penuh kasih sayang. 

Serta tidak membeda- bedakan bahkan kita tidak diperkenankan untuk mengejek keyakinan mereka.
Tunjukkan kepada mereka bahwa agama Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, cinta damai, dan rahmad bagi seluruh alam. Tetapi ketika teman kamu mengajak merayakan hari besar agamanya, maka kamu harus menolak dengan tegas, karena hal itu sudah menyangkut aqidah ( keyakinan) yang harus kamu pertahankan. 

 Jawablah pertanyaan dibawah ini!  
(kirim foto hasil tugas kalian pada guru kalian, bahwa kalian telah menyelesaikan tugas)
1. Tuliskan  surat Al Kafirun ayat 4 dalam tulisan Arab !
2. Tuliskan 3 tokoh kafir Quraisy yang mengajak Nabi Muhammad untuk mencampuradukkan agama!
3. Mengapa Nabi Muhammad  menolak dengan tegas ajakan kafir Quraisy untuk menyembah Tuhan mereka ?
4. Mengapa surat Al Kafirun tergolong surat makkiyah ?
5. Suarat Al Kafirun menempati urutan keberapa dalam Al quran ?

 


  " Semangat belajar"


Senin, 13 Juli 2020

MATERI AQIDAH AHLAK BAB KALIMAT TAYYIBAH HAMDALAH DAN TAKBIR

KALIMAT TAYYIBAH 
Alhamdulillah dan Allahu Akbar
 Kalimat tayyibah adalah kalimat atau ucapan yang baik. Ada banyak sekali kalimat tayyibah, mulai dari basmalah, hamdalah, tahlil, takbir dan masih banyak lagi. Nah disini kita akan membahas tentang kalimat tayyibah hamdalah ( alhamdullilah) dan takbir ( allahu akbar). Dengan mengucapkan kalimat tayyibah tersebut, kita diharapkan segera ingat bahwa segala sesuatu yang kita terima adalah dari Allah.
Kita mulai dari kalimat tayyibah Hamdalah Ketika suara azan berkumandang,

Angkasa segera bangun dari tidurnya, ipun segera membaca doa bangun tidur. Setelah bangun tidur, Angkasa segera mandi dan melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid dekat rumahnya. Sebelum mengikuti pembelajaran daring, Angkasa tidak lupa sarapan dulu. Setelah selesai sarapan tidak lupa ia membaca doa sesudah makan. Kebetulan hari ini ibu pergi kepasar untuk belanja bulanan, sepulang dari pasar Angkasa mendapatkan oleh – oleh kue kesukaanya. Setelah menerima kue tersebut tidak lupa Angkasa mengucapkan “ alhamdulillah”. Dari cerita singkat diatas Angkasa beberapa kali mengucapkan kalimat “alhamdulillah”. Kalimat “alhamdulillah” diucapkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rizki yang diberikan pada umatnya.
Baik berupa rezki kehidupan, keselamatan, kesehatan, kecerdasan, uang, makanan/ munuman dll. Arti dari kalimat “alhamdulillah” adalah segala puji bagi Allah. Selain dari keadaan seperti yang dialami Angkasa dalam cerita tersebut, kalimat “alhamdulillah” baik pula diucapkan pada saat:
1. Mendapatkan hadiah dari seseorang, memiliki badan yang sehat, menjadi anak yang pandai dsb.
2. Ketika terhindar dari bahaya, ketika selamat dari kecelakaan atau musibah, dsb
3. Ketika mendengar kabar gembira baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain
4. Ketika berdoa
5. Ketika selesai sholat fardhu

Makna kalimat Allahu Akbar Kalimat allahu akbar dalam lafadz azan artinya adalah Allah Maha Besar. Kalimat allahu akbar dalam azan diucapkan agar umat muslim kembali mengingat Allah. Azan adalah panggilan yang ditujukan pada kaum muslimin untuk menunaikan ibadah sholat. Tidak ada yang patut disembah selain Allah SWT. Kebesaran Allah tidak mungkin dapat dibandingkan dengan kebesaran makhluk-Nya.

Allahu akbar baik diucapkan dalam berbagai keadaan, terutama pada saat :

1. Melihat, mendengar, dan merasakan kemahakuasaan Allah, seperti ketika terjadi gempa, badai tsunami, banjir, petir dll

2. Ketika menghadapi bahaya atau masalah seperti yang dialami Nabi Muhammad dalam perang badar. Mendengar gemuruh suara takbir “allahu akbar” pasukan kafir Quraisy panik dan ketakutan. Dan akhirya perang badar dapat dimenangkan oleh kaum muslimin yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan kaum kafir Quraisy. Begitu pula ketika terjadi pertempuran di Surabaya. Antara arek – arek Surabaya melawan pasukan sekutu. Bung Tomo membangkitkan semangat para pejuang dengan mengumandangkan takbir allahu akbar.

3. Kaum muslimin dipelosok dunia mengumandangkan takbir pada malam takbitan. Setelah satu bulan lamanya melaksanakan ibadah puasa kaum muslimin merayakan kemenangan dengan mengumandangkan takbir.

4. Dibaca pada saat wirid ketika selesai sholat fardhu. 

 Setelah kalian memahami tentang bacaan tahmid dan takbir serta waktu yang tepat untuk membacanya, hendaknya kalian ikuti dengan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari hari .

Perbanyaklah berzikir dengan mengucapkan kalimat tersebut.

"Selamat Membaca"